Batik Truntum, Bermakna Kasih Sayang dan Kesetiaan

Batik Truntum, Bermakna Kasih Sayang dan Kesetiaan – Di negeri tercinta ini, banyak terdapat berbagai aneka batik dengan motif yang berbeda-beda. Dan salah satunya adalah motif batik truntum. Kata Truntum diambil dari kata bahasa Jawa yaitu “Taruntum” yang berarti tumbuh kembali atau bersemi kembali. Truntum merupakan sebuah gambaran serupa kuntum yang tidak lain adalah kembang di langit yang bentuknya digambarkan serupa dengan kembang tanjung.

Motif batik yang memiliki makna kesetiaan ini kerap digunakan dalam upacara adat tradisional, terlebih lagi di Yogyakarta dan Solo. batik ini membawa pesan serta harapan agar kedua mempelai dapat menjalani hidup dengan harmonis dan langgeng. Dalam kebudayaan Jawa, masyarakatnya memiliki ajaran bahwa dalam perkawinan, keluarga inti yang berjalan damai akan berpengaruh positif pada hubungan yang rukun antar keluarga serta mempengaruhi pada hubungan yang selaras dengan masyarakat sekitarnya. Dan ini akan sangat berpengaruh juga pada hubungan personal terhadap Tuhan. Taukah anda sejarah tentang motif truntum ini?

Pada abad 18, Ratu Kencana ( permaisuri dari Sunan Paku Buwana III) merasa diabaikan oleh Sunan Paku Buwana III. Kala itu, Sunan memiliki selir baru di keraton dan Ratu merasa cemburu. Pada saat kesepian tersebut Ratu Kencana mulai melukis. Lukisan dari Ratu menggambarkan bintang dan bunga tanjung yang senantiasa setia menemaninya. Selanjutnya Sunan melihat Ratu yang sedang membatik dan hatinya tersentuh kembali. Perasaan kasih sayang dan cinta pun bersemi kembali di hati Sunan Paku Buwana III. Dan batik ini kemudian dikenal dengan batik truntum. Batik Truntum tidak hanya sekedar motif namun juga menjadi simbol kekinian yang menyimbolkan kesetiaan, kasih sayang dan keharmonisan.

 

 

(Visited 16 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *