INFO
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Pendidikan 5 min read April 12, 2025

Sistem Penilaian CASN: Tantangan Dan Solusi dalam Penerapannya

Admin
Admin Author

Sistem penilaian CASN (Computer Assisted Selection Nationwide) merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi penerimaan calon aparatur sipil negara. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat meminimalisir praktik nepotisme dan korupsi yang seringkali terjadi dalam rekrutmen. Namun, penerapan sistem penilaian CASN tidak lepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Tantangan terbesar dari sistem penilaian CASN adalah kesenjangan teknologi di berbagai daerah. Sebagian besar daerah di Indonesia, terutama daerah terpelosok, tidak memiliki infrastruktur teknologi yang memadai. Hal ini mengakibatkan aksesibilitas peserta seleksi menjadi terbatas, sehingga tidak semua calon peserta dapat mengikuti ujian dengan baik. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan perangkat teknologi juga menjadi kendala tersendiri bagi banyak peserta. Keterbatasan ini menciptakan ketidakadilan yang akan mempengaruhi hasil penilaian.

Selain itu, tantangan sistem penilaian CASN juga terletak pada kesiapan peserta itu sendiri. Banyak calon peserta yang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang cukup untuk menghadapi ujian berbasis komputer. Implementasi sistem penilaian yang membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi informasi ini semakin memperlebar jurang antara peserta yang terampil dan yang kurang terampil. Ini menciptakan tantangan dalam persaingan untuk memperoleh posisi yang diinginkan.

Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah keandalan sistem itu sendiri. Seperti sistem teknologi lainnya, sistem penilaian CASN rentan terhadap gangguan teknis. Ketika terjadi masalah pada sistem, seperti server down atau keterlambatan dalam pengolahan data, hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap integritas proses seleksi. Dengan kata lain, ketidakstabilan sistem dapat menjadikan penilaian menjadi tidak akurat, bahkan merugikan peserta yang sudah mempersiapkan diri dengan matang.

Namun, dalam menghadapi tantangan sistem penilaian CASN, terdapat beberapa solusi yang dapat diterapkan. Pertama, pemerintah perlu melakukan peningkatan infrastruktur teknologi di seluruh wilayah, terutama di daerah yang masih tertinggal. Ini termasuk pembangunan akses internet yang lebih baik dan penyediaan perangkat keras serta perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan sistem penilaian. Dengan demikian, semua calon peserta, tanpa terkecuali, bisa mengakses sistem dengan lancar.

Kedua, perlu adanya pelatihan dan sosialisasi bagi calon peserta tentang cara menggunakan teknologi dalam ujian CASN. Program pelatihan ini dapat mencakup penyampaian informasi mengenai sistem penilaian CASN, teknik-teknik dalam menghadapi ujian berbasis komputer, serta latihan menggunakan software yang akan digunakan dalam ujian. Dengan pengetahuan yang lebih baik, peserta akan lebih siap dan lebih percaya diri saat menghadapi ujian.

Ketiga, pemerintah dan panitia pelaksana ujian perlu memastikan adanya backup system dan pemeliharaan rutin untuk sistem penilaian CASN. Dengan adanya sistem cadangan, jika terjadi masalah teknis, proses penilaian tetap dapat berjalan tanpa hambatan. Pengawasan dan pemeliharaan yang baik juga diperlukan untuk menjaga agar sistem tetap berjalan dengan baik dan mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan.

Penerapan sistem penilaian CASN memang mengundang banyak tantangan yang memerlukan perhatian serius. Akan tetapi, dengan langkah-langkah solusi yang tepat, tantangan-tantangan tersebut dapat diminimalisir. Harapan untuk menciptakan proses seleksi yang lebih berintegritas dan adil masih dapat diwujudkan dengan pengelolaan yang baik. Terlepas dari semua tantangan yang dihadapi, sistem penilaian CASN dapat menjadi langkah maju yang signifikan bagi reformasi birokrasi di Indonesia.