INFO
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Gaya Hidup 5 min read Juli 21, 2020

3 Prinsip Dasar Investasi Yang Perlu Anda Ketahui

Admin
Admin Author

Investasi adalah waktu, energi, uang, atau apapun yang dengan sengaja digunakan untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Dalam definisi yang lebih sempit dibidang keuangan, investasi adalah kegiatan pembelian aset yang diharapkan akan memberikan keuntungan berupa kenaikan dari nilai aset itu sendiri, perolehan deviden, atau bunga.

3 Prinsip Dasar Investasi

Melakukan investasi tidak bisa sembarangan, diperlukan pemahaman terhadap berbagai prinsip dasar investasi seperti berikut :

1.Pahami instrumen Investasi

Ada banyak sekali jenis instrumen investasi,sebagai contoh yaitu emas, saham, obligasi, reksadana, properti maupun mata uang.

Masing-masing dari setiap jenis investasi ini memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda. Tentunya, sebelum anda berinvestasi pada suatu instrumen ada baiknya anda memahami instrumen tersebut terlebih dahulu.

Dalam berinvestasi, lakukan prinsip buy what you know and know what you buy (beli apa yang kamu pahami dan pahami apa yang kamu beli). Karena ada banyak sekali produk keuangan fiktif atau instrumen investasi yang menawarkan keuntungan yang fantastis namun kenyataannya justru membuat kerugian besar.

2.Membandingkan Nilai dengan Harga

Sesuatu yang kita peroleh dinamakan dengan nilai, sedangkan sesuatu yang harus kita bayar dinamakan harga. Prinsip ini selalu digunakan oleh para investor. Dimanapun dan kapanpun mereka pasti ingin mencari aset yang nilainya jauh diatas harganya dan juga menerapkan buy low and sell high (beli ketika harga rendah dan jual ketika harga tinggi)

3.Mencari Aset yang Positif

Aset yang positif ialah aset yang return-nya positif (necessary condition) dan pertumbuhan return-nya juga positif (sufficient condition).

Return positif terjadi jika harga aset naik dari tahun ke tahun.  Sedangkan pertumbuhan return yang positif terjadi jika kenaikan harga dari tahun ke tahun mengalami kenaikan juga secara relatif (persentase).

Sebagai contoh, sebuah aset misalkan tanah untuk perumahan yang memiliki harga 200juta (tahun 2007), di tahun 2008 harganya menjadi 220 juta, dan ditahun 2009 harganya 240. Sehingga secara relatif (persentase) adalah pada 2008=10% (20/200),2009=9,09% (20/220).

Sehingga aset yang berupa tanah ini memiliki return yang positif yaitu 20 juta pertahun. Namun hal ini berarti memiliki pertumbuhan return yang negatif. Oleh karena itu aset ini bisa dikatakan memenuhi neccesary condition namun tak memenuhi sufficient condition.

Jadi sebagai seorang investor pemula, prinsip dasarnya ialah dengan memahami instrumen investasi, membandingkan nilai dan harga, mencari aset yang positif baik return maupun pertumbuhan return-nya.