INFO
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Kesehatan 5 min read Juli 29, 2020

5 Hal Penting Yang Perlu Menjadi Antisipasi Pencegahan Anophthalmia

Admin
Admin Author

Anophthalmia adalah penyakit bawaan yang menyerang mata pada seorang bayi. Resiko tinggi bayi tanpa mata tersebut memang langka. Tetapi, tanda-tanda dapat terlihat saat lahir. Jenis penyakit ini dapat mempengaruhi satu atau kedua mata. Faktor utama adalah genetik, atau cacat lahir bawaan. Yuk, ketahui 5 hal penting yang perlu diantisipasi untuk pencegahannya.

  • Ekstrem

Kondisi ini terjadi saat hanya terdapat jaringan bola mata kecil di dalam mata. Hal ini bisa terjadi saat ada penyalahgunaan obat saat ibu hamil atau karena kelahiran prematur dengan berat bayi sangat rendah saat lahir. Bayi dapat mengalami keterbelakangan mental, perawakan pendek dan gangguan endokrin pada jenis ini

  • Total

Jenis ini menunjukkan ketiadaan jaringan mata total. Penyebabnya hampir sama dengan diatas. Tetapi hal ini dapat terjadi karena usia ibu hamil berada di atas 40 tahun. Saat bayi lahir, wajah bayi terlihat berbentuk simetris. Jenis ini juga mengakibatkan sindrom hipogonadisme serta pubertas tertunda saat ia tumbuh nantinya.

  • Degeneratif

Jenis ini muncul saat pembentukan mata, lalu terdapat transformasi genetik seiring kehidupan janin berjalan.Mutasi genetik menjadi pemicu hal ini. Cacat ini terjadi pada gen tunggal atau kromosom. Namun, penyebab utama belum dapat diketahui selain karena faktor genetik pada ayah, ibu atau generasi sebelumnya.

  • Primer

Jenis Anophthalmia ini muncul saat mata tak mengalami perkembangan. Hal ini dapat terjadi jika ibu hamil terpapar radiasi seperti sinar-X. Paparan dari bahan kimia seperti alkohol dan pestisida serta obat-obatan terlarang juga memberi pengaruh.

  • Sekunder

Jenis ini terjadi saat mata pada proses perkembangan, tetapi kemudian berhenti prosesnya.Biasanya terjadi saat ibu hamil mengalami defisiensi vitamin A, atau karena infeksi toksoplasmosis, campak, dan banyak lagi.

Dahi menonjol, telinga rendah dan hidrosefalus merupakan beberapa gejala yang tampak pada bayi yang menderita sindrom ini. Ragam pencegahan dapat dilakukan saat ibu hamil. Tetapi, dokter dapat mendiagnosa  saat ibu sudah dites secara genetik. Pengobatan untuk Anophthalmia dapat dilakukan oleh spesialis dari prostetik meski nantinya pengobatan ini disesuaikan dengan usia bayi.