Dari tahun ke tahun, tren visual di TikTok terus berkembang, dan tidak bisa dipungkiri bahwa filter TikTok yang lagi viral memainkan peran penting dalam menciptakan konten yang menarik dan mudah diingat. Pada tahun 2025, beberapa filter berhasil mencuri perhatian, baik dari pengguna biasa maupun merek besar. Mari kita ulas beberapa filter TikTok viral yang paling banyak digunakan oleh brand di tahun ini.
Salah satu filter yang paling banyak dibicarakan di TikTok adalah "Retro VHS." Filter ini memuat efek visual yang memberikan nuansa nostalgia, seolah-olah video dibuat dengan kamera tua dari tahun 80-an. Banyak merek, terutama di sektor fashion dan kosmetik, menggunakan filter ini untuk meningkatkan daya tarik emosional dari produk mereka, menciptakan kesan yang lebih personal dan relatable bagi konsumen.
Selanjutnya, ada juga filter "Glitch," yang memberikan efek pixelated dan memanipulasi resolusi video. Saat merek menggunakan filter ini, mereka dapat menambahkan sentuhan artistik yang edgy pada konten mereka. Misalnya, beberapa brand musik dan teknologi memanfaatkan filter ini untuk membuat video musik atau promosi produk yang lebih menarik. Tren visual di TikTok semakin menunjukkan bahwa konsumen menyukai elemen yang tidak biasa dan inovatif.
Filter TikTok yang lagi viral lainnya adalah "Beauty Glow," yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan tampilan wajah secara real-time. Merek kecantikan dan perawatan kulit banyak memanfaatkan filter ini untuk menunjukkan hasil produk mereka. Konten yang memperlihatkan transformasi wajah dengan filter ini dapat menarik perhatian, dan seringkali mendorong penonton untuk mencoba produk tersebut secara langsung.
Selain itu, filter "Animal Face" yang mengubah wajah pengguna menjadi karakter hewan lucu juga sangat populer. Banyak merek makanan dan minuman yang mengenakan filter ini dalam kampanye mereka, menonjolkan sisi menyenangkan dan menghibur, sehingga audiens merasa lebih terhubung dengan merek mereka. Di tahun 2025, filter ini digunakan sebagai alat efektif untuk meningkatkan interaksi dan engagement dengan konsumen.
Tren visual di TikTok tidak hanya terbatas pada efek estetik, tetapi juga mencakup penguatan pesan sosial. Filter "Color Shift" yang mampu mengubah warna latar belakang dan objek dalam video menciptakan nuansa yang mendukung kampanye sosial atau isu lingkungan. Merek yang berfokus pada keberlanjutan sering kali memanfaatkan filter ini untuk menekankan komitmen mereka terhadap lingkungan. Dengan menggunakan filter ini, mereka dapat memperkuat narasi positif di balik produk mereka.
Tak ketinggalan, filter "Voice Effect," yang memungkinkan pengguna untuk mengubah suara mereka menjadi berbagai karakter unik, telah menjadi alat pemasaran yang ampuh. Beberapa merek viral menggunakan efek ini pada video influencer untuk membuat konten yang lebih menonjol dibandingkan yang lain. Suara yang unik dan menarik dapat memikat audiens dan menjadi daya tarik tersendiri, membuat mereka lebih ingin berbagi video tersebut.
Di era digital seperti sekarang, merek yang ingin bersaing di TikTok perlu memanfaatkan setiap filter TikTok viral yang ada. Dengan menggunakan filter yang lagi viral, mereka tidak hanya bisa meningkatkan visibilitas, tetapi juga dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens mereka. Melalui tren visual yang selalu berubah-ubah, TikTok memberikan kesempatan bagi brand untuk berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang dinamis.
Filter TikTok yang lagi viral di tahun 2025 adalah salah satu cara bagi merek untuk menarik perhatian komunitas pengguna yang luas, selagi tetap relevan dalam percakapan global. Para pemasar di industri kreatif harus terus memantau perkembangan ini untuk memastikan bahwa mereka tidak ketinggalan dalam tren yang selalu bergerak cepat di platform yang begitu dinamis ini.