Belakangan ini, Anies Baswedan ramai dibicarakan publik setelah menghadiri sejumlah agenda publik di berbagai daerah. Kehadiran tokoh yang dikenal sebagai akademisi dan mantan pejabat pemerintahan ini menarik perhatian masyarakat dan media karena konsistensinya tetap aktif dalam ruang publik, meski tidak lagi berada dalam arena kontestasi politik formal. Aktivitasnya meliputi forum akademik, kegiatan sosial, hingga pertemuan dengan komunitas lokal, yang semuanya menunjukkan keterlibatannya dalam berbagai isu sosial dan pendidikan.
Salah satu agenda yang mencuri perhatian adalah keterlibatan Anies dalam diskusi akademik. Ia tampil sebagai pembicara dalam seminar dan forum ilmiah yang membahas pendidikan, kepemimpinan, serta pembangunan sosial di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Anies menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga sarana membentuk karakter, kemampuan berpikir kritis, dan rasa tanggung jawab sosial. Anies juga mendorong para akademisi dan mahasiswa untuk aktif menyumbangkan pemikiran yang dapat mempengaruhi kebijakan publik secara positif.
Selain forum akademik, Anies juga menghadiri pertemuan komunitas dan dialog publik. Ia terlihat mendengarkan aspirasi warga secara langsung, mulai dari persoalan kesejahteraan, pendidikan, hingga penguatan kapasitas komunitas lokal. Bagi Anies, interaksi langsung dengan masyarakat penting untuk memahami kebutuhan nyata dan menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi lapangan. Dialog semacam ini juga dianggap sebagai cara untuk menjaga kepercayaan publik serta mengurangi kesenjangan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat.
Anies juga aktif mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan. Kehadirannya di acara keagamaan maupun kegiatan kemanusiaan menekankan kepedulian terhadap solidaritas sosial dan nilai-nilai kebersamaan. Ia menilai kegiatan semacam ini bukan hanya ritual formal, tetapi juga sarana untuk membangun empati, kerja sama, dan kepedulian terhadap kelompok yang lebih rentan. Menurut Anies, kegiatan sosial dan keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat jaringan sosial dan budaya gotong royong di masyarakat.
Respons publik terhadap aktivitas Anies cukup beragam. Banyak yang mengapresiasi konsistensinya tetap hadir di ruang publik dan menyampaikan gagasan yang relevan dengan isu-isu masyarakat. Mereka melihat langkah-langkah ini sebagai bentuk kontribusi nyata di luar jabatan formal. Namun, tidak sedikit juga yang tetap kritis dan mengamati setiap gerakannya, mengingat peran tokoh publik selalu menimbulkan opini yang beragam di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan Anies tetap menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
Secara keseluruhan, kehadiran Anies Baswedan dalam berbagai agenda publik menegaskan perannya sebagai tokoh yang konsisten berkontribusi pada pendidikan, sosial, dan diskursus kepemimpinan. Aktivitasnya menunjukkan bahwa keterlibatan di ruang publik dapat dilakukan melalui gagasan, dialog, dan aksi nyata, meski tidak lagi memegang posisi formal. Dengan demikian, Anies tetap menjadi figur yang relevan dan ramai diperbincangkan dalam konteks pembangunan bangsa dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.