Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah pernyataannya mengklaim bahwa kenaikan harga beras di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini disampaikan dalam acara Konferensi Regional FMMNCA (Forum Masyarakat Madani Nusantara di Cabang Asia Tenggara) yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Senin. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa kenaikan harga beras di Indonesia hanya sebesar 3,6% dalam satu tahun terakhir, sementara negara-negara lain mengalami kenaikan yang lebih tinggi.
Kenaikan harga beras merupakan isu sensitif di Indonesia, yang merupakan salah satu konsumen beras terbesar di dunia. Pasokan beras yang stabil dan harga yang terjangkau sangat penting bagi keberlangsungan hidup sebagian besar penduduk. Oleh karena itu, pernyataan Presiden Jokowi ini menuai perhatian dari masyarakat, terutama para petani dan konsumen beras.
Menurut data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), memang tercatat bahwa kenaikan harga beras hanya sebesar 3,6% dalam setahun terakhir. Hal ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang mengalami kenaikan harga beras hingga 7% dan 10%. Meskipun demikian, hal ini tidak serta merta menghilangkan kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga pangan, termasuk beras, yang berpotensi mempengaruhi daya beli dan kesejahteraan mereka.
Kenaikan harga beras di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti fluktuasi pasar global, kebijakan impor beras, dan ketersediaan beras di dalam negeri. Meskipun pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga beras, pernyataan Presiden Jokowi ini menunjukkan bahwa pemerintah masih harus terus memantau dan mengelola kenaikan harga beras agar tetap terjaga dalam batas yang dapat diterima masyarakat.
Dengan adanya pernyataan tersebut, diharapkan pemerintah dapat terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga beras agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Sehingga kenaikan harga beras tidak akan berdampak negatif terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.