Di era digital saat ini, semakin banyak institusi pendidikan, termasuk universitas, yang memanfaatkan blogger sebagai sarana untuk mengembangkan brand awareness mereka. Dengan jangkauan yang luas dan kemampuan untuk menjangkau audiens yang beragam, blogger menyediakan platform yang efektif bagi universitas untuk mengkomunikasikan nilai-nilai, program-program, dan berbagai keunggulan yang dimiliki. Namun, seberapa efektif strategi ini dalam membangun brand awareness universitas?
Salah satu cara utama untuk mengukur efektivitas review blogger adalah dengan mencermati jumlah tayangan atau views yang diterima oleh artikel atau video yang diposting. Jika sebuah universitas bekerja sama dengan blogger yang memiliki audiens yang sesuai dengan target demografis mereka, angka tayangan yang tinggi dapat menjadi indikator awal bahwa pesan yang ingin disampaikan oleh universitas tersebut berhasil menjangkau banyak orang. Namun, tidak hanya tayangan yang perlu diperhatikan, tetapi juga interaksi yang terjadi, seperti komentar dan pembagian konten di media sosial.
Selanjutnya, penting untuk memperhatikan tautan balik atau backlink yang dihasilkan dari review blogger. Jika blogger menautkan kembali ke situs resmi universitas, hal ini dapat meningkatkan peringkat SEO (Search Engine Optimization) universitas tersebut. Setiap kali seorang pengguna mengklik tautan tersebut, mereka berpotensi mengunjungi laman universitas, yang akan meningkatkan peluang bagi universitas untuk memperkenalkan diri dan program-program yang ditawarkan. Oleh karena itu, kualitas dan jumlah backlink yang diperoleh dari review blogger dapat menjadi ukuran penting dari efektivitas brand awareness universitas.
Di samping itu, analisis sentimen juga diperlukan untuk mengukur dampak dari review blogger. Apakah ulasan yang diberikan bersifat positif, negatif, atau netral? Sentimen yang positif dari blogger dapat menciptakan citra yang baik bagi universitas, sementara ulasan negatif memiliki potensi untuk merusak reputasi yang telah dibangun. Melalui analisis sentimen ini, universitas dapat menilai bagaimana persepsi publik mengenai mereka berubah seiring dengan peningkatan paparan konten yang dihasilkan oleh blogger.
Pengukuran kelayakan dan pencitraan universitas juga bisa dilihat dari jumlah pendaftar baru setelah kampanye kolaborasi dengan blogger. Universitas yang berhasil menarik lebih banyak calon mahasiswa setelah mendapatkan sorotan dari blogger yang relevan menunjukkan bahwa strategi marketing mereka efektif dalam menciptakan brand awareness. Dengan melakukan survei atau pengumpulan data dari pendaftar baru, universitas bisa mengetahui apakah mereka lebih mengenali institusi tersebut berkat review yang dibaca.
Namun, faktor lain yang perlu diperhitungkan adalah kredibilitas dan pengaruh dari blogger yang dipilih. Blogger dengan pengaruh yang kuat dalam komunitas pendidikan atau yang sering membahas topik seputar universitas memiliki potensi lebih tinggi untuk memengaruhi audiens mereka. Universitas perlu melakukan penelitian untuk memahami siapa yang menjadi pembaca setia blogger tersebut dan bagaimana orang-orang ini bisa berinteraksi dengan informasi mengenai universitas.
Selain itu, engagement rate dari konten yang dihasilkan oleh blogger juga bisa menjadi indikator penting. Jumlah like, komentar, dan share pada post mengenai universitas dapat memberikan gambaran seberapa banyak audiens yang terlibat dengan konten tersebut. Engagement yang tinggi sering kali mencerminkan ketertarikan yang lebih mendalam terhadap topik yang dibahas, termasuk program yang ditawarkan oleh universitas.
Dengan semua cara di atas, universitas bisa mendapatkan perspektif yang lebih jelas mengenai seberapa efektif review blogger dalam membangun brand awareness. Oleh karena itu, strategi ini bukan hanya tentang menjalin kemitraan, tetapi juga tentang bagaimana cara mengevaluasi hasilnya secara sistematis dan berkelanjutan.